
Diduga tak senang dipelototi, seorang pelajar SMP di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berinisial WN (15) nekat menghabisi nyawa temannya sendiri, Hendi Leonardo (13). Korban tewas di tempat dengan luka tusukan di dada.
Peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang nongkrong di lapangan voli di Kelurahan Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara, Senin kemarin sore. Saat itu, pelaku memandang korban dengan sorotan mata tak senang. Tatapan itu dibalas tantangan dari korban.
"Ngape ngelik-ngelik, nak belage ape? (kenapa lihat-lihat, mau ngajak berkelahi apa?)," begitu ucapan korban.
Merasa takut, pelaku pergi dan mengambil pisau yang sebelumnya telah disembunyikan di tumpukan kayu tak jauh rumahnya. Lalu, pelaku mengajak teman-temannya kembali ke lapangan voli untuk menemui korban.
Tanpa basa-basi, keduanya terlibat perkelahian hingga masuk ke selokan. Pelaku mengambil pisau dari pinggangnya dan menusuk korban. Korban terluka parah di bagian dada kiri dengan luka selebar 2,5 cm dan sedalam 2,5 cm. Korban tewas di lokasi kejadian.
Kapolres Musi Rawas, AKBP Hari Brata melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Darma mengungkapkan, motif pembunuhan diduga karena salah paham. Korban tak senang dipelototi sehingga berakhir perkelahian fisik.
"Korban dan pelaku masih berteman. Kejadiannya hanya gara-gara dipelototi," ungkap Satria, Selasa (9/5).
Dua jam kemudian, kata dia, pelaku diringkus polisi di rumah orangtuanya tanpa perlawanan. Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Musi Rawas.
"Situasi kondusif, tapi tetap kita jaga agar tidak terjadi gejolak," ujarnya.
Selain menunda untuk melanjutkan sekolah, pelaku terancam dikenakan hukuman penjara cukup lama sesuai Pasal 340 junto 338 KUHP tentang pembunuhan.
"Sejauh ini kita lihat pembunuhan berencana, tapi nanti tergantung hasil pemeriksaan," pungkasnya.
Sumber: Merdeka.com
ConversionConversion EmoticonEmoticon