Perkembangan teknologi yang semakin pesat tentu harus dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat, terutama terhadap anak yang sudah melek teknologi seperti internet.
Mesin pencari di internet yang sangat luas merupakan salah alasan mengapa orangtua harus lebih mengawasi sang anak, terutama menjamurnya media sosial sebagai interaksi kekinian dunia maya tak ubahnya bahaya yang mengintai bagi anak-anak yang salah memanfaatkannya.
Berhati-hatilah dalam mengunggah foto diri agar tidak menjadi korban dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bisa mempermalukan diri anda khususnya para wanita.
Seperti yang dialami gadis bernama Sulas Ayu Sulastri yang menjadi korban keisengan pengguna sosial media yang tidak bertanggun jawab.
Lewat akun Facebooknya Sulas mengunggah foto dirinya yang tengah berbaring dengan ekspresi wajah seperti tengah merasakan sesuatu sambil menutupi mulutnya dengan kain.Foto yang diunggahnya tersebut rupanya dijadikan candaan yang cukup ‘sadis’ oleh akun Facebook bernama Fachry Octaviano dengan menulis kata-kata “Hayo dicoba” lantaran Sulas dalam foto tersebut dianggap gadis ‘nakal’
Merasa dicemarkan nama baiknya, Sulas pun menyesalkan tindakan akun Fachry Oktaviano yang telah menyebarkan fitnah soal foto yang diunggahnya tersebut.
“Saya gak tau masalahnya apa ? Dan saya juga gak pernah punya masalah sama anak MEME dan saya tidak tau menau tentang MEME dan berserta makhluk makhluk yang menurut saya sakit .. jujur saya tidak terima .. saya cari akun dia tapi gak ada mungkin saya di blok yang saya sedihnya ko ada orang sejahat dia ? Pedahal kita gak saling kenal …
Ada yang mau bantuin ?”tulis Sulas.
Pengguna Facebook yang membaca keluhan Sulas langsung memberikan komentar beragam.
berikut komentar pengguna Facebook:
Pramana Putra: Hati Hati mbak foto,upload foto
Kurnia Putra S: ane cari di Propile yg bersangkutan
fotonya engga ada -.- udh di apus apa emang gk kliatan karana belom temenan :3
Ariev Soeharto: resiko upload foto.. #so lebih bijak lah memilah dan mengupload foto pribadi
Pianz Zoppie” itu menurut lu.. menurut mereka mungkin beda.. maklumlah mereka kurang hiburan
berikut komentar pengguna Facebook:
Pramana Putra: Hati Hati mbak foto,upload foto
Kurnia Putra S: ane cari di Propile yg bersangkutan
fotonya engga ada -.- udh di apus apa emang gk kliatan karana belom temenan :3
Ariev Soeharto: resiko upload foto.. #so lebih bijak lah memilah dan mengupload foto pribadi
Pianz Zoppie” itu menurut lu.. menurut mereka mungkin beda.. maklumlah mereka kurang hiburan
berbeda dengan kasus lain yang bisa merusak generasi remaja saat ini, kronologisnya seperti ini…
Hal itu terbukti dari eksperimen yang dilakukan oleh Coby Persin (21), YouTuber. Ia membuat dua edisi video dalam percobaannya, yang pertama untuk remaja perempuan dan satunya untuk remaja laki-laki.
Video pertama edisi remaja perempuan, ia membuat sebuah akun Facebook palsu bernama Jason Biazzo, laki-laki yang berusia 15 tahun dengan foto profil seorang pemuda tampan, kemudian ia mencari tiga perempuan remaja berusia 12, 13, dan 14 tahun di jejaring sosial, kemudian video kedua edisi remaja laki-laki, ia mebuan sebuah akun Facebook palsu bernama Amanda Green dengan foto profil remaja cantik untuk memancing respon tiga remaja laki-laki. Apa yang terjadi?
Remaja perempuan yang Coby hubungi melalui media sosial mudah percaya dan mau bertemu dengan orang asing. Mereka tidak sadar bisa saja hal itu menjadikan mereka korban aksi kejahatan. Begitu juga remaja laki-laki begitu mudah memercayai orang yang baru ia kenal dan menemuinya sendirian tanpa didampingi oleh orangtua.
Percobaan yang dilakukan oleh Coby Persin ini bekerja sama dengan kedua orang tua anak-anak tersebut. Selain memperingatkan orangtua untuk lebih berhati-hati terhadap anaknya yang bermain media sosial, tentunya untuk memberikan efek jera kepada anak tersebut agar tak mengulangi kecerobohannya tersebut.
Meskipun kedua video yang diunggah ke YouTube itu total telah ditonton oleh 49 juta orang ini hanya sebuah percobaan, hal ini membuktikan seorang anak remaja kurang hati-hati dan ceroboh dalam bertindak.
Secara umum media sosial membatasi agar calon penggunanya di atas 18 tahun, tapi mudahnya membuat akun dengan memalsukan umur bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak remaja. Para orangtua harus lebih waspada akan efek bahaya penggunaan media sosial oleh anak-anak mereka.

ConversionConversion EmoticonEmoticon